Ketika
seorang teman melihat bintang, aku menyuruh nya untuk menghitung jumlah
bintang, setelah lama dia menghitung, setiap jawaban yang ia berikan berbeda,
lalu aku bertanya padanya "mengapa bintang tidak mudah untuk di
hitung?" lalu dia menjawab "karena jumlah nya sangat banyak dan
mereka berkelap kelip di angkasa" aku hanya bergumam dan aku bertanya lagi
"kenapa bulan selalu menemani bintang?" teman ku pun tersenyum lalu
menjawab "karena tanpa bulan, bintang tidak dapat memancarkan cahaya nya
yang indah, tanpa bulan, bintang tidak akan seindah permata di langit" dan
aku tersadar bahwa tidak hanya manusia, bahkan suatu "benda" pun
hidup berpasang-pasangan.
Suatu hari
dihutan yang sangat jauh dari perkotaan, ada seekor tupai bernama Morin yang
sedang melihat sahabat nya Kiwi dalam keadaan kesusahan, kaki nya terjepit di
ranting pohon yang sangat besar, lalu dia berusaha untuk melepaskan nya, ia
mulai dengan menarik kaki sang sahabat, tapi usaha yang dilakukan Morin hanya
menambah rasa sakit yang dirasakan oleh Kiwi, lalu Morin tidak kehabisan akal,
ia lalu berusaha mengangkat ranting tersebut sepenuh tenaga nya, tapi ranting
tersebut sangat sulit untuk diangkat dengan badan nya yang kecil itu sehingga
Morin kehabisan tenaga untuk menahan nya, lalu apa yang di lakukan Morin
selanjutnya? Morin berusaha menyemangati Kiwi, ia berusaha menguatkan Kiwi
dengan kata-kata nya karena ia merasa bahwa agar bisa terbebas dari jeratan
ranting tersebut mereka harus berusaha bersama-sama, Kiwi pun berusaha dengan
tenaga sembari dibantu oleh Morin untuk berusaha lagi mengangkat ranting pohon
tersebut. Akhirnya Kiwi pun berhasil selamat dari jeratan ranting pohon yang
sangat menyusahkan nya.
Morin dan
Kiwi adalah sahabat yang sudah lama tidak bertemu, mereka dulu merupakan
sahabat yang sangat akrab, seperti saling mengisi satu sama lain nya, tapi
mereka harus berpisah karena Kiwi dan keluarga nya harus pindah ke hutan yang
lebih jauh karena pohon yang selama ini menjadi tempat tinggal nya rusak akibat
terjangan angin tornado yang sangat kencang. Morin hanya sedih dan terdiam,
"apakah ini akhir dari persahabatan ku dengan nya?" dan kami pun
berpisah, yang tersisa hanya kenangan dan senyum indah Kiwi yang tidak akan
pernah di lupakan oleh Morin.
Bertahun-tahun
kemudian, Morin tumbuh sebagai tupai yang lebih dewasa dan sudah mampu untuk
pergi ke hutan yang lebih jauh. Suatu ketika ia teringat dengan sahabat masa
kecilnya yaitu Kiwi, ia sangat merindukan Kiwi dan akhirnya berpikir
untuk mencari tempat tinggal sahabatnya tersebut. Setelah menempuh perjalanan
yang sangat jauh, Morin akhirnya menemukan Kiwi, ia sangat senang bertemu
dengan Kiwi, Kiwi pun juga merasakan hal yang sama. Walaupun pada awalnya Kiwi
hampir tidak mengenali Morin karena Morin sekarang terlihat lebih tampan dari
sebelumnya. Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah Kiwi agar dapat
bercerita lebih lama.
Dari cerita
yang disampaikan oleh Kiwi, Morin mendengarkan cerita mengenai sakit yang
selama ini masih dirasakan oleh Kiwi, ternyata setelah kaki Kiwi terjepit di
ranting pohon, kaki nya masih belum sembuh secara keseluruhan dan ia merasa
berbeda dengan cara berdiri nya, Kiwi pun merasa sedih dengan kondisi nya saat
ini, ia merasa berbeda dan malu. Morin datang menghampiri sahabat nya dan
berkata "kenapa kamu malu Kiwi, semua orang menyanyangi mu, kau masih
mempunyai aku dan aku akan selalu ada untuk mu, jadi jangan merasa sedih."
tapi tetap saja, apa yang dikatakan Morin tidak di tanggapi oleh Kiwi karena
selama ini ia terlalu berlarut-larut dengan kesedihan nya dan seperti melupakan
Morin yang selalu memperhatikan nya.
Waktu pun
berlalu, setelah Morin berusaha selalu ada untuk Kiwi, Kiwi pun merasakan rasa
yang berbeda dari sahabatnya, ia tidak merasakan perhatian seorang sahabat, ia
merasakan perhatian yang lebih dari seorang sahabat, Morin yang selalu ada
untuk nya dan menyayangi nya. Ternyata Morin merasakan hal yang sama, perasaan
yang ada di hati nya untuk Kiwi bukan lah perasaan seorang sahabat, tapi
perasaan yang lebih dari sahabat, Morin selalu berusaha ingin mengatakan apa
yang di rasakan diri nya, tetapi entah kenapa Morin merasa rendah hati, ia
merasa banyak tupai yang lebih pantas untuk Kiwi, Morin takut kalau Kiwi akan
malu untuk berjalan-jalan ke hutan dengan nya, bertemu dengan teman-teman nya
dan ia merasa bahwa Kiwi adalah seekor betina yang istimewa dan seharus nya
bersama seekor tupai yang sempurna juga, bukan seperti Morin yang tidak sama
sekali sempurna. Tapi bagi Kiwi, ia seperti menemukan keistimewaan pada diri
Morin, ia malah merasa tidak pantas dengan Morin karena kondisi nya yang
sekarang tak "sesempurna" dulu, ia hanya berharap Morin akan
mengungkapkan perasaan yang sama dengan yang dirasakan oleh Kiwi.
Waktu
berputar dan tidak bisa kembali lagi, Kiwi bertemu dengan seekor tupai yang
bernama Jadu, ia sangat baik, seseorang yang selalu ada untuk Kiwi dan membuat
Kiwi merasa nyaman, kemana Morin? Morin terlalu berlarut-larut dengan sikap
pesimis nya, ia merasa tidak percaya dengan diri nya, ia masih merasa tidak
pantas dan kecewa dengan diri nya yang merasa tidak "istimewa" untuk
Kiwi, setelah mendengar kabar bahwa Kiwi sudah bersama seorang tupai bernama
Jadu, entah kenapa ia merasa sakit dan menyesal "kenapa aku tidak berusaha
mengungkapkan perasaan ku pada nya?" "kenapa aku benci melihatnya?
seharus nya aku senang, ia bersama seseorang yang istimewa, itu kan
maumu." tapi penyesalan selalu mendatagi nya bagaikan bayangan mimpi
buruk, setelah terbangun dari mimpi buruk masih terbayang-bayang oleh nya.
Morin berjalan-jalan
di tepi sungai dan bertemu dengan seekor berang-berang sahabat Kiwi, ia bernama
Kelly, Kelly melihat Morin dengan terheran-heran, "ada apa dengan mu
Morin? ceritakan lah padaku." Morin menceritakan semua yang dirasakan nya
kepada Kelly karena Morin merasa hanya Kelly yang dapat membantu nya. Setelah
mendengarkan cerita Morin, Kelly pun berkata "apa yang telah kau lakukan
Morin? Kenapa kau menyia-nyiakan semua perasaan mu kepada Kiwi? Aku telah
banyak mendengar cerita mu dari Kiwi dan taukah kau, Kiwi sangat menyayangi mu,
ia berharap kau datang kepada nya dan menyatakan perasaan mu kepadanya."
Morin terdiam dan tidak menyangka dengan apa yang di dengar nya "ternyata
selama ini Kiwi menunggu ku, ternyata Kiwi menyayangi ku, kenapa aku tak
menyadarinya, kenapa?" tetapi yang bisa menjawab nya hanya diri Morin
sendiri. "Tapi, apa yang akan kau lakukan Morin? Kau sudah terlambat, Kiwi
sudah dengan orang yang menurut mu istimewa. Morin pun menjawab, "aku
menyesal Kelly, aku akan berubah, aku akan selalu ada untuk Kiwi, walaupun dia
sudah bersama Jadu bukan berarti aku tidak mempunyai kesempatan untuk bersama
nya, Kelly pun bertanya "apa yang membuat kau begitu bodoh hingga mau
menunggu nya Morin?" Morin pun terdiam dan menjawab dengan meyakinkan
"karena aku tidak bisa kembali ke waktu yang yang terlah berlalu, maka aku
akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk bersama nya, karena hanya bersama
nya aku merasa nyaman, hanya bersama nya aku merasa istimewa, karena dia
seperti bayangan mimpi buruk, aku ingin merubah nya menjadi bayangan mimpi
indah ku, yang selalu membuat ku tersenyum setelah bangun di pagi hari,
tersenyum sepanjang waktu membayang kan senyum indah nya. Kelly pun memandangi
Morin dan berkata "Aku akan selalu mendukung mu Morin" Morin pun tersenyum
dan berkata "terimakasih Kelly, aku sungguh membutuhkan dukungan dari
mu". Morin pun sampai sekarang masih menunggu sang pujaan hati, banyak
tupai yang selalu medatangi nya tetapi entah kenapa Morin masih menunggu Kiwi
yang telah bersama Jadu, kenapa Morin?
