Selasa, 17 Juni 2014

Just Waiting For You


Ketika seorang teman melihat bintang, aku menyuruh nya untuk menghitung jumlah bintang, setelah lama dia menghitung, setiap jawaban yang ia berikan berbeda, lalu aku bertanya padanya "mengapa bintang tidak mudah untuk di hitung?" lalu dia menjawab "karena jumlah nya sangat banyak dan mereka berkelap kelip di angkasa" aku hanya bergumam dan aku bertanya lagi "kenapa bulan selalu menemani bintang?" teman ku pun tersenyum lalu menjawab "karena tanpa bulan, bintang tidak dapat memancarkan cahaya nya yang indah, tanpa bulan, bintang tidak akan seindah permata di langit" dan aku tersadar bahwa tidak hanya manusia, bahkan suatu "benda" pun hidup berpasang-pasangan.
Suatu hari dihutan yang sangat jauh dari perkotaan, ada seekor tupai bernama Morin yang sedang melihat sahabat nya Kiwi dalam keadaan kesusahan, kaki nya terjepit di ranting pohon yang sangat besar, lalu dia berusaha untuk melepaskan nya, ia mulai dengan menarik kaki sang sahabat, tapi usaha yang dilakukan Morin hanya menambah rasa sakit yang dirasakan oleh Kiwi, lalu Morin tidak kehabisan akal, ia lalu berusaha mengangkat ranting tersebut sepenuh tenaga nya, tapi ranting tersebut sangat sulit untuk diangkat dengan badan nya yang kecil itu sehingga Morin kehabisan tenaga untuk menahan nya, lalu apa yang di lakukan Morin selanjutnya? Morin berusaha menyemangati Kiwi, ia berusaha menguatkan Kiwi dengan kata-kata nya karena ia merasa bahwa agar bisa terbebas dari jeratan ranting tersebut mereka harus berusaha bersama-sama, Kiwi pun berusaha dengan tenaga sembari dibantu oleh Morin untuk berusaha lagi mengangkat ranting pohon tersebut. Akhirnya Kiwi pun berhasil selamat dari jeratan ranting pohon yang sangat menyusahkan nya.
Morin dan Kiwi adalah sahabat yang sudah lama tidak bertemu, mereka dulu merupakan sahabat yang sangat akrab, seperti saling mengisi satu sama lain nya, tapi mereka harus berpisah karena Kiwi dan keluarga nya harus pindah ke hutan yang lebih jauh karena pohon yang selama ini menjadi tempat tinggal nya rusak akibat terjangan angin tornado yang sangat kencang. Morin hanya sedih dan terdiam, "apakah ini akhir dari persahabatan ku dengan nya?" dan kami pun berpisah, yang tersisa hanya kenangan dan senyum indah Kiwi yang tidak akan pernah di lupakan oleh Morin.
Bertahun-tahun kemudian, Morin tumbuh sebagai tupai yang lebih dewasa dan sudah mampu untuk pergi ke hutan yang lebih jauh. Suatu ketika ia teringat dengan sahabat masa kecilnya yaitu Kiwi,  ia sangat merindukan Kiwi dan akhirnya berpikir untuk mencari tempat tinggal sahabatnya tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Morin akhirnya menemukan Kiwi, ia sangat senang bertemu dengan Kiwi, Kiwi pun juga merasakan hal yang sama. Walaupun pada awalnya Kiwi hampir tidak mengenali Morin karena Morin sekarang terlihat lebih tampan dari sebelumnya. Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah Kiwi agar dapat bercerita lebih lama.
Dari cerita yang disampaikan oleh Kiwi, Morin mendengarkan cerita mengenai sakit yang selama ini masih dirasakan oleh Kiwi, ternyata setelah kaki Kiwi terjepit di ranting pohon, kaki nya masih belum sembuh secara keseluruhan dan ia merasa berbeda dengan cara berdiri nya, Kiwi pun merasa sedih dengan kondisi nya saat ini, ia merasa berbeda dan malu. Morin datang menghampiri sahabat nya dan berkata "kenapa kamu malu Kiwi, semua orang menyanyangi mu, kau masih mempunyai aku dan aku akan selalu ada untuk mu, jadi jangan merasa sedih." tapi tetap saja, apa yang dikatakan Morin tidak di tanggapi oleh Kiwi karena selama ini ia terlalu berlarut-larut dengan kesedihan nya dan seperti melupakan Morin yang selalu memperhatikan nya.
Waktu pun berlalu, setelah Morin berusaha selalu ada untuk Kiwi, Kiwi pun merasakan rasa yang berbeda dari sahabatnya, ia tidak merasakan perhatian seorang sahabat, ia merasakan perhatian yang lebih dari seorang sahabat, Morin yang selalu ada untuk nya dan menyayangi nya. Ternyata Morin merasakan hal yang sama, perasaan yang ada di hati nya untuk Kiwi bukan lah perasaan seorang sahabat, tapi perasaan yang lebih dari sahabat, Morin selalu berusaha ingin mengatakan apa yang di rasakan diri nya, tetapi entah kenapa Morin merasa rendah hati, ia merasa banyak tupai yang lebih pantas untuk Kiwi, Morin takut kalau Kiwi akan malu untuk berjalan-jalan ke hutan dengan nya, bertemu dengan teman-teman nya dan ia merasa bahwa Kiwi adalah seekor betina yang istimewa dan seharus nya bersama seekor tupai yang sempurna juga, bukan seperti Morin yang tidak sama sekali sempurna. Tapi bagi Kiwi, ia seperti menemukan keistimewaan pada diri Morin, ia malah merasa tidak pantas dengan Morin karena kondisi nya yang sekarang tak "sesempurna" dulu, ia hanya berharap Morin akan mengungkapkan perasaan yang sama dengan yang dirasakan oleh Kiwi.
Waktu berputar dan tidak bisa kembali lagi, Kiwi bertemu dengan seekor tupai yang bernama Jadu, ia sangat baik, seseorang yang selalu ada untuk Kiwi dan membuat Kiwi merasa nyaman, kemana Morin? Morin terlalu berlarut-larut dengan sikap pesimis nya, ia merasa tidak percaya dengan diri nya, ia masih merasa tidak pantas dan kecewa dengan diri nya yang merasa tidak "istimewa" untuk Kiwi, setelah mendengar kabar bahwa Kiwi sudah bersama seorang tupai bernama Jadu, entah kenapa ia merasa sakit dan menyesal "kenapa aku tidak berusaha mengungkapkan perasaan ku pada nya?" "kenapa aku benci melihatnya? seharus nya aku senang, ia bersama seseorang yang istimewa, itu kan maumu." tapi penyesalan selalu mendatagi nya bagaikan bayangan mimpi buruk, setelah terbangun dari mimpi buruk masih terbayang-bayang oleh nya.
Morin berjalan-jalan di tepi sungai dan bertemu dengan seekor berang-berang sahabat Kiwi, ia bernama Kelly, Kelly melihat Morin dengan terheran-heran, "ada apa dengan mu Morin? ceritakan lah padaku." Morin menceritakan semua yang dirasakan nya kepada Kelly karena Morin merasa hanya Kelly yang dapat membantu nya. Setelah mendengarkan cerita Morin, Kelly pun berkata "apa yang telah kau lakukan Morin? Kenapa kau menyia-nyiakan semua perasaan mu kepada Kiwi? Aku telah banyak mendengar cerita mu dari Kiwi dan taukah kau, Kiwi sangat menyayangi mu, ia berharap kau datang kepada nya dan menyatakan perasaan mu kepadanya." Morin terdiam dan tidak menyangka dengan apa yang di dengar nya "ternyata selama ini Kiwi menunggu ku, ternyata Kiwi menyayangi ku, kenapa aku tak menyadarinya, kenapa?" tetapi yang bisa menjawab nya hanya diri Morin sendiri. "Tapi, apa yang akan kau lakukan Morin? Kau sudah terlambat, Kiwi sudah dengan orang yang menurut mu istimewa. Morin pun menjawab, "aku menyesal Kelly, aku akan berubah, aku akan selalu ada untuk Kiwi, walaupun dia sudah bersama Jadu bukan berarti aku tidak mempunyai kesempatan untuk bersama nya, Kelly pun bertanya "apa yang membuat kau begitu bodoh hingga mau menunggu nya Morin?" Morin pun terdiam dan menjawab dengan meyakinkan "karena aku tidak bisa kembali ke waktu yang yang terlah berlalu, maka aku akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk bersama nya, karena hanya bersama nya aku merasa nyaman, hanya bersama nya aku merasa istimewa, karena dia seperti bayangan mimpi buruk, aku ingin merubah nya menjadi bayangan mimpi indah ku, yang selalu membuat ku tersenyum setelah bangun di pagi hari, tersenyum sepanjang waktu membayang kan senyum indah nya. Kelly pun memandangi Morin dan berkata "Aku akan selalu mendukung mu Morin" Morin pun tersenyum dan berkata "terimakasih Kelly, aku sungguh membutuhkan dukungan dari mu". Morin pun sampai sekarang masih menunggu sang pujaan hati, banyak tupai yang selalu medatangi nya tetapi entah kenapa Morin masih menunggu Kiwi yang telah bersama Jadu, kenapa Morin?

1 komentar:

Fadillah Nur A mengatakan...

Morin sayang dgn Kiwi.....

Nyeseklah udah.

Posting Komentar

 
;